Gara – Gara Buah Duren (Efek Buah Duren Terhadap Kesehatan dan Psykologis)


Gara – Gara Buah Duren

Sambil melewati jalan yang sudah  mulai gelap sepi , mata kang asep tidak hentinya melirik kiri dan kanan jalan seperti hendak mencari sesuatu yang hilang, ada apa gerangan kang asep?, ternyata kang asep mencari buah durren, buah yang selama ini ia idam-idamkan siang dan malam, entah apa yang ia pikirkan saat itu sehingga kang asep begitu  ngototnya kepengen buah surga tersebut,akhirnya motor kang asep berhenti disebuah tikungan tajam tepat di depan sebuah kios bambu, sebagai seorang suami  dari  seorang  isteri dan Bapak dari 2 orang anak tentunya kang  asep membutuhkan stamina yang kuat dan supply gizi, vitamin  juga protein yang tinggi  untuk menjalankan aktifitas sehari-harinya  sebagai seorang karyawaan Buruh bagian Operator Produksi di sebuah pabrik  textil , yang memang tuntutan kerjanya selalu membutuhkan tenaga yang  ekstra , setelah motornya distandarkan kang asep pun masuk ke dalam kios tersebut, setelah ia lama ia menghabiskan waktu untuk memilih-milih buah yang sangat matang dan manis kang asep pun ngomong sama si teteh pemilik kios, “teh dipurak didieu we(teh dimakan disini aja)” buah duren yang terpilih pun segera  dibelah menjadi dua bagian oleh si teteh, semerbak aroma menyeruak keluar  mengisi setiap sudut ruangan kios tersebut  dengan aroma surgawi, sempat terpikir pleh kang asep  anak dan isterinya yang dirumah, apa mendingan dibawa aja buah duren ini kerumah, nanti kan bisa lebih enak kalo  dimakan sekeluarga dirumah, tapi akhirnya hati nurani kang asep menyerah terhadap jiwa serakahnya yang sudah mulai menguasai seluruh ruang jiwa dan fikirannya, dengan rakusnya mulut kang asep melumat habis setiap biji buah surga tersebut, mata kang asep melihat keatas dengan menyisakan sedikit putih matanya pertanda dia sudah benar-benar terhanyut kenikmatan buah tersebut, yang tersisa hanyalah biji dan kulit buah duren yang tajam berserakan didepan kang asep,  setelah merasa kenyang dan membayar buah yang sudah dimakannya kang asep pun segera bergegas meninggalkan kios tersebut karena takut kemalaman dijalan,

Setelah menempuh perjalan kurang dari 30 menit akhirnya kang asep pun sampai dirumahnya, setelah mengucapkan salam dia pun masuk ke dalam rumah, Nampak isterinya menyambut kedatangannya dengan senyum hangat dan segelas air putih segera ditaruh diiatas meja ruangan depan,

“nyi  barudak geus sare can? (mah anak-anak sudah pada tidur belum?)” kata kang asep, isteri kang asep nggak langsung menjawab pertanyaan kang asep,  malah dia balik bertanya, akang sudah makan buah duren ya? Kok bau duren mulut akang?

Mendengar pertanyaan isterinya kang asep sempat dibikin bingung untuk menjawab pertanyaan isterinya tersebut, mendingan jujur aja kata hati kang asep, lidah kang asep bisa aja berbohong, tapi aroma mulut kang asep tidak mungkin bisa berbohong, kepalang  tanggung udah ketahuan

Kang asep pun menjawab “iya nyi tadi akang makan duren  dikasih temen itu juga”  kata kang asep

“Kenapa nggak dibawa kerumah durennya, nggak ingat sama ya nyai?”

Kang asep mulai kesal mendengar pertanyaan isterinya tersebut, dengan nada agak tinggi dia menjawab “kamu mau nih duren”sambil membuka mulut  persis didepan hidung isterinya “Haaah yeuh maneh mah bauna we” (Haah nih kamu bau nya aja ) ,kata kang asep . isterinya kang asep terdiam, dan suasana pun  berubah menjadi sunyi senyap,  tanpa ada sepatah kata pun terucap  dari bibir mereka berdua,

Waktu pun merangkak semakin malam akhirnya mereka berdua pun pergi ke tempat tidur menyusul kedua anaknya yang sudah dari tadi tidur .

Setelah keduanya berbaring ditempat tidur , isteri kang asep tidur membelakangi kang asep yang tidur terlentang, rupanya isteri kang asep masih kesal sama kejadian tadi, setelah lama dalam posisi tersebut, kang asep rupanya sudah mulai terkena efek dari buah duren yang dimakannya tadi sore, suhu badannya mulai naik perutnya terasa panas, dan ditambah malam tersebut adalah malam jum’at malam bagi seorang  suami menunaikan kewajibannya yang luhur dan mulia dengan pahala yang sangat berlipat ganda, kata orang tua sama pahalanya dengan membunuh 41 kafir harobi apabila berhubungan badan dengan isteri yang sah dan halal dimalam jum’at,

Kang asep pun membalikan badannya mengikuti posisi isterinya yang tidur miring, tangan kang asep mulai berwisata ke tubuh isterinya, jari-jari kang asep piknik dimulai dari tunuh bagian belakang isterinya, namun pas jari-jari kang asep menempel di bagian depan isterinya jari telunjuk kang asep mendadak dipegang isterinya dan langsung dimasukan ke lubang v***** isterinya, dan kemudian jari telunjuk kang asep langsung di tempelkan sama isterinya persis dilubang hidung kang asep sambil berkata dengan nada penuh kekesalan, isteri kang asep berkata “Yeuh maneh mah mah bauna we(nih kamu baunya aja)”.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: