Sejarah Vespa


Vespa Classic 1947

Sejarah vespa dimulai lebih dari seabad silam, tepatnya 1884. Perusahaan Piaggio didirikan di Genoa, Italia pada tahun 1884 oleh Rinaldo Piaggio. Bisnis Rinaldo dimulai peralatan kapal. Tapi di akhir abad, Piaggio juga memproduksi Rel Kereta, Gerbong Kereta, body Truck, Mesin dan Kereta api. Pada Perang Dunia I, perusahaannya memproduksi Pesawat Terbang dan Kapal Laut. Pada tahun 1917 Piaggio membeli pabrik baru di Pisa dan 4 tahun kemudian Rinaldo mengambil alih sebuah pabrik kecil di Pontedera di daerah Tuscany Italia. Pabrik di Pontedera inilah yang mana menjadi Pusat produksi pesawat terbang beserta komponen-komponennya (baling-baling, Mesin dan Pesawat) Selama Perang Dunia II, pabrik di Pontedera membuat P108 untuk mesin Pesawat dua penumpang dan Versi Pembom.


Lahir Kembali

Pada akhir Perang Dunia II, pabrik Piaggio dibom oleh pesawat sekutu. Setelah perang usai,Enrico Piaggio mengambil alih Piaggio dari ayahnya Rinaldo Piaggio. Pada saat itu perekonomian Italia sedang memburuk, Enrico memutuskan untuk mendisain alat transportasi yang murah. Enrico memutuskan untuk fokuskan perhatian perusahaannya pada masalah personal Mobility yg dibutuhkan masyarakat Italia. Kemudian bergabunglah , Insinyur bidang penerbangan yang berbakat yang merancang, mengkonsep dan menerbangkan Helikopter Modern Pertamanya membuat rancangan yang simple,ekonomis, nyaman dan juga elegan. D’Ascanio memimpikan sebuah revolusi kendaraan baru. Dengan mengambil gambaran dari tehnologi pesawat terbang, dia membayangkan sebuah kendaraan yang dibangun dengan sebuah “Monocoque” atau Unibody Steel Chassis. Garpu depan seperti Ban mendarat sebuah pesawat yang mana mudah untuk penggantian ban. Hasilnya sebuah design yg terinspirasi dari pesawat yang yang sampai saat ini berbeda dengan kendaraan yang lain.

Maka pada 1945, konstruksi alternatif tersebut ditemukan. Awalnya memang sebuah konsep sepeda motor berkerangka besi dengan lekuk membulat bagai terowong. Mengejutkan, ternyata bagian staternya dirancang dengan menggunakan komponen bom dan rodanya diambil dari roda pesawat tempur.

Guna mengoptimalkan bentuk dan keamanan penggunanya, pabrikan yang kala itu masih terbilang sebagai usaha ”kaki lima” merancang papan penutup kaki pada bagian depan. Proyek ini langsung dipimpin oleh Corradino d’Ascanio. Karena itu, hak paten pun segera dapat mereka kantongi.

Hasilnya, muncullah pertama kali produk motor dengan seri MP5. Kendaraan ini berteknologi sederhana tetapi punya bentuk yang amat menarik, bagai binatang penyengat (lebah/tawon) karena bentuk kerangkanya.

Namun, karena bentuk penutup pengaman yang bagai papan selancar itu, sejumlah pekerja di pabrik Piaggio pun bahkan mengatakannya sebagai motor Paperino. Harap diingat, Paperino adalah sindiran sinis untuk tokoh Donald Duck (bebek). Maka, d’Ascanio pun putar akal untuk memperbaiki model tersebut.

D’ascanio hanya membutuhkan beberapa hari untuk mengonsep ulang bentuk desain kendaraannya dan prototipnya diberi nama MP6. Saat Enrico Piaggio melihat protototip MP6 itu, ia secara tak sengaja berseru “Sambra Una Vespa” (terlihat seperti Tawon). Akhirnya dari seruan tak sengaja itu, diputuskan kendaraan ini dinamakan ‘Vespa’ (tawon dalam bahasa Indonesia). Pada April 1946, prototip MP6 ini mulai diproduksi masal di pabrik Piaggio di Pontedera, Italia.

Pada Akhir 1949, telah di produksi 35000 unit dan dalam 10 tahun telah memproduksi 1 Juta unit dan pada pertengahan tahun 1950. Selama tahun 1960-an dan 1970-an Vespa menjadi simbol dari revolusi gagasan pada waktu itu.

Perkembangan selanjutnya, produk ini ternyata laris diserap pasar Prancis, Inggris, Belgia, Spanyol, Brazil, dan India — selain di pasar domestik produk ini laku bagai kacang goreng. Selain itu, India pun memproduksi jenis dan bentuk yang sama dengan mengambil mesin Bajaj. Jenisnya adalah Bajaj Deluxe dan Bajaj Super. Sejumlah pihak lantas mengajukan lamaran untuk joint membuat Vespa. Maka pada 1950 munculah Vespa 125 cc buatan Jerman.
Pada saat itu banyak negara lain yang mencoba membuat produk serupa, tetapi ternyata mereka tak sedikit pun mampu menyaingi Piaggio. Di antara pesaing itu adalah Lambretta, Heinkel, Zundapp, dan NSU. Bagi masyarakat Indonesia, produk Lambretta dan Zundapp, sempat populer di era 1960-an.

Selidik punya selidik, fanatisme terhadap Vespa ternyata muncul akibat ciri dasar bentuk motor ini yang selalu dipertahankan pada setiap produk berikutnya. Bahkan saat mereka terbilang melakukan ”revolusi” bentuk pada produk baru,Vespa 150 GS, kekhasan pantat bahenol masih terasa melekat.

Produk150 GS — kala itu dikenal sebagai Vespamore dan hampir selalu tampil di tiap film tahun 1960-an — memang kemudi dan lampu sorotnya mulai dibuat menyatu. Tetapi, secara keseluruhan apalagi bentuk pantatnya, benar-benar masih membulat. Dan cerita terus berlanjut saat ini dengan model generasi baru Vespa, mempersembahkan Vespa ET2, Vespa ET4, Vespa Granturismo dan Vespa PX150. Vespa bukan hanya sekedar Scooter tapi salah satu Icon besar orang Italia.

Sejarah Vespa di Indonesia

“Demam Vespa” di tanah air sangat di pengaruhi oleh “Vespa Congo”. Vespa diberikan sebagai Penghargaan oleh Pemerintah Indonesia terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang bertugas di Congo saat itu.

Menurut beberapa narasumber, setelah banyak Vespa Congo berkeliaran di jalanan, mulailah Vespa menjadi salah satu pilihan kendaraan roda dua di Indonesia. Importir lokal turut mendukung perkembangan Vespa di tanah air.

Sampai saat ini sudah puluhan varian Vespa yang mampir di Indonesia. Dari yang paling tua hingga yang paling baru ada di Indonesia. Sampai saat ini Indonesia mungkin masih bisa disebut sebagai surganya Vespa. Maraknya ekspor Vespa, sedikit banyak mengurangi populasi Vespa di Indonesia

Secara fisik, Skuter adalah jenis kendaraan bermotor roda dua (2) dimana pengendara dimanjakan dengan kontruksi kendaraan yang unik dan nyaman juga keamanannya dalam mengendarai. Menurut Sejarah, Skuter dalam bahasa Italy adalah ” Tawon” hal ini terobsesi dari bentuk atau skuter yang menyerupai Tawon. Skuter yang terlahir dari negara Italy ini di produksi oleh Piaggio ini bermerkkan VESPA

Keberadaan Vespa di Indonesia ternyata bisa menyatukan ratusan orang dan membuat mereka bersaudara atau lebih kerennya di sebut BROTHERHOOD. Berawal dari saling bertukar informasi diantara penggemar- penggemar vespa, hubungan ini kian erat dan akhirnya terjalin persaudaraan Yang melahirkan Club atau Komunitas yang tidak menonjolkan ego individu, tetapi hal ini lebih untuk membentuk persaudaraan dalam satu Komunitas guna mempererat tali persaudaraan antara sesama penggemar vespa.

Bertolak ukur dari hal di atas tiada maksud dari saya untuk menyombongkan diri, maksud dan tujuan saya tidak lain berbagi pengalaman dan bertukar pikiran kepada rekan-rekan sekalian. Adapun kelebihan dan kekurangan dari prologh ini Saya pribadi mohon dikoreksi, Karna pada dasarnya tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna.


PRINSIP DASAR KINERJA MESIN VESPA

Prisip dasar kinerja dari pada mesin vespa ini berbasis dua tak atau dua langkah, langkah pertama adalah pembilasan serta percampurannya antara bahan bakar dan udara yang sebelumnya sudah di atur dari karburator, lalu langkah kedua proses penekanan bahan bakar keruang bakar sehingga terjadilah ledakan dari percikan api busi dan bahan bakar yang berakibat adanya dorongan seher yang memutar poros engkol dan kopling gir transmisi. Di bawah ini saya akan menjelaskan perangkat mesin vespa super yang terdiri dari

I. KARBURATOR
Karburator adalah satu komposisi alat yang mengatur suplai bahan bakar ke ruang bakar, ini sebuah alat yang berkerja secara kinetik tanpa alat elektronik sipengendara hanya mengatur suplai udara melalui tuas gas yan ada distang kemudi lalu perangkat lainnya dari karburator menyesuaikan dengan sendirinya.

II. PENGAPIAN
Yang disebut Proses pengapian adalah terjadinya satu percikan api busi sebagai penyulut bahan bakar yang telah tercampur dan terbilas oleh poros engkol atau krukas yang ada dalam ruang bakar guna terjadinya ledakan yang menghasilkan dorongan seher. Api yang ada di busi daihasilkan dari SPUL PLATINA yang ada dalam medan magnet, setrum dari spul di stabilkan KONDENSATOR berukuran 2 farad lalu di sinyalkan atau sistem pemulsaran oleh PLATINA setrum yang melalui proses di atas di perkuat atau perbesar oleh KOIL, proses ini berdampak percikan api di BUSI berkekuatan lebih dari 4000 voltase dengan titik ampere lemah

III. RUANG BAKAR
Ruang bakar adalah satu ruang yang ada di dalam mesin vespa untuk menghasilkan tenaga berkapasitas 150 CC, di sini terjadi proses MIXTURISASI atau penyampuran antara bahan bakar berjenis bensin dengan udara KRUKAS atau poros engkol stelah bahan bakartercampur di transperkan oleh seher yang nya tlah terdorong oleh proses sebelumnya melelui rongga ransfering yang ada pada BLOK SILINDER, lalu bahan bakar mengalami penekannan ke ruang vakum yang ada pada HEAD SILINDER di sini lah terjadi ledakan hasil dari tekanan dan percikan api busi, sisa bahan bakar yang berjenis korbon dioksida dibuang ke udara lepas melalui lubang buang mengarah ke KNALPOT yang berfungsi menmanfaatkan gas buang sebagai kompresi balik untuk menyempurnakan proses selanjutnya, dan juga knalpot ini berfungsi sebagai peredam suara ledakan,

IV. ROTASI ATAU PUTARAN MESIN
Tiga proses di atas menghasilkan rotasi atau perputaran mesin dan gir-gir yang ada di girbok di melalui KOPLING atau cluth yang berpungsi sebagai otomatis penetral putaran gir sesui dengan keinginan pengendara dalam gir bok terdiri dari GEAR PRIMER atau lebih di kenal dengan gigi borobudur rotasi dari gigi borobudur ini berhubungan langsung dengan GEAR SEKUNDER atau lebih dikenal sebagai gigi seri. Pengaturan transmisi dari kecepatan gigi 1 ke 4 doleh CRASH GEAR atau gigi silang pengaturan ini langsung di hubung kan ke kendali atau stang motor, keunikan mesin ini dalam mantransferkan tenaga tidak menggunakan sistem rantai. Dalam perawatan lebih murah dan mudah yang terpenting adalah ketelitian dan ka apikan kit menggunakan mesin ini.

MASALAH YANG SERING TERJADI SERTA PENYELESAIAN NYA

i. Karburator sering kotor atau spuyer tersendat Dalam masalah ini berdampak langsung dengan laju motor, motor dalam melaju tersendat- sendat atau motor malah sulit untuk hidup terkadang
pula busi sering mati terlihat dari ujung busi isolatornya berwarna hitam kelang yang mengakiobatkan hilang nya percikan api di busi Penyelesaiannya:

1. Bersihkan tangki bahan bakar dari kotoran dan karat
2. Periksa selang bensin dari kerak bahan bakar
3. Bersihkan karburator menggunakan kompresor angin perikasa kembali lubang- lubang spuyer jangan sampai ada kotoran yang tertinggal, ketelitian di tuntut dalam hal ini
4. Periksa ukuran lobang spuyer sudah pas belum jangan sampai kebesaran atau kekecilan. Bila kebesaran motor akan boros bahan bakar dan juga busi sering mati. Ukuran ubang spuyer berpatokan pada ukuran standar pabrik
5. Setingan atau penyetelan jarum ideal harus pas menurut pengalaman saya caranya denmgan menyetel stasioner karbu pada stelan tertinggi, lalu putar jarum ideal menggunakan obeng kekanan stelah berhenti putaran jarum kendorkan kembali ke kiri perlahan-lahan sampai terdengar suara mesin di putaran ter tinggi,

ii. PENGAPIAN
Permasalahan dalam pengpian juga akan berdampak langsung pada laju motor atau motor tidak bisa hidup, susah starter motor biasanya kendala pengapian berada pada stelan platina yang tidak benar, bisa juga salah satu perangkat pengapian sperti Busi, Koil, Platina, Kondensor, Spul pengapian ada yang sudah tidak layak pakai atau mati. penyelasaiannya:
Langkah pertama periksa warna ujung busi, bila berwarna hitam kelang busi tidak akan memercikan api solusinya stel ulang ukuran spuyer pilot jet dam main jet, beila warna ujung busi merah bata maka pariksa ke bagian yang pengapian yang lainnya. Koil yang layak pakai apabila kita konsletkan kabel busi dengan jarak ke massa mesin kira kira 8 mm masih terjadi loncatan api berwarna biru, bila tida berwarana biru di sini percikan atau laoncatan api berwarna merah ini berarti stelan platina tidak benar atau si koilnya yang memang sudah lemah, loncatan api dari koil dipengaruhi langsung oleh stelan platina, Penyetelan platina yang benar adalah berjarak kerenggangan antara konektor minus dan konektor plus nya kira-kira 0,5mm. dengan menggunakan obeng min, perlu di ingat penyetelannya jangan di ketok karna hal akan mepersingkat umur pakai platina karna entara konektor tidak lurus atau bengkok. Loncatan yang terjadi pada platina juga
berkaitan dengan kondisi kondensator Pemeriksaan kondensator amat lah mudah apa bila terjadi lancatan api di platina ini di karenakan kondensator anda sudah tidak layak pakai, ganti kondensor anda atau ada cara lain yaitu cangkok kondensor dengan kondensor lainnya atau sistem kondensatornya di double dengan ukuran kapasitas kondensor yang sama 2 farad, Yang terakhir adalah cek spul pengapian anda masih layak pakai atau harus di gani degngan yang baru, tanda spul pengapian rusak, biasanya kumparan spul lecet, gulungan spul kendor, spul putus.
Apabila semuanya stabil maka anda wajib memeriksa nap puur atau ketepatan pengapian tapi sebelumnya lihat dulu kondisi spi magnet patah atau tidak juga lihat kondisi rotor masih bagus atau sudah tidak, ukuran nap puur adalah 21 drajat sebelum titik mati poros atau kondisi pala seher di atas.

iii. Motor macet tidak bisa starter Ini adalah suatu trable mesin yang lebih fatal biasanya hal ini terjadi di kerenakan lakher atau BEARING ada yang rusak, stang sekher atau CONECTING ROOD rusak, ring sekher patah, sekher atau PISTON tidak layak pakai, perangkat di gear bok ada yang patah, PER GIGI PRIMER rontok, PLAT KOPLING yang sudah tidak layak pakai. GIGI STATER ompong atau rontok. Proses penyelesainnya harus turun mesin dan kita harus bongkar semua perangkat mesin agar lebih mudah pengecekan nya. Apabila dalam pengecekan perangkat ternyata ada yang rusak lebih baiknya kita ganti dengan yang baru, untuk menjaga hal-hal yang tidak di inginkan yang bisa saja nanti terjadi di dalam kita mengoprasikan kendaraan
kita di jalan.

iv. Motor tidak nyaman di kendarai atau goyang Dalam kondisi ini diluar dari pada mesin kecuali perangkat penunjang dan stabizer getaran atau karet mesin, masalah ini menyangkut kenyamannan kita dalam berkandara karna semua ini akan berdampak langsung dalam SAFETY REEDING keselamatan kita terancam bila hal ini di biarkan. Adapun panenggulangnganya sbb:
cek kondisi kelayakan ban dan pelek, bila ban botak harus ganti kondisi pelek pun harus stabil jangan ada speleng atau goyang Cek kondisi as ayun masih layak pakai atau tidak, biasanya dalam kondisi ini pala babi depan akan goyang apa bilia as ayun rusak, semua itu berdampak langsung pada sistem kendali kendaraan anda, Cek lassan bodi pada titik tumpu seperti, DEK MOTOR, TULANG BUAYA, LUBANG AS MESIN, TUMPUAN SOK BLAKANG, DLL. Bila terjadi keropokan pada bodi jangan biarkan hal itu berlarut karna akan berakibat kerusakan bodi yang lebih fatal bahkan pernah terjadi notaor tiba tiba patah. Cek kondisi STABIZER GETARAN atau karet-karet mesin dan shokbreker juga MOUNTING sok blakang, bila terlihat sudah usang atau rusak harus cepat-cepat di ganti. Cek SOKBREAKER, apa bila sok breker sudah lemah baik pernya atau sok wajib untuk kita ganti, jangan lupa kondisi mur roda baik depan maupun belakang dalam kondisi kencang dan terkunci paku pengunci. Jangan sekali kali anda pertaruh kan nyawa anda hanya karena malas untuk memperbaikinya.

PENUTUP

Demikian lah prologh ini saya sampaikan kepada anda selaku saudara saya di vespa, ketelitian anda adalah kunci kanyamanaan dan keselamatan dalam mengendarai vespa di jalan, JANGAN PERNAH ANDA MEMPERTARUHKAN NYAWA ANDA DENGAN KENDARAAN YANG TIDAK LAYAK PAKAI. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan trima kasih. Bravo vespa mania indonesia jaya selalu.

Contributed by Andry Berlianto
Edited by Saftari
Source www.saft7.com

Kondisi seperti saat ini membuat sepeda motor menjadi pilihan paling praktis dan ekonomis sebagai alat transportasi baik pribadi maupun keluarga.
Kemampuan melalui jalan yang relatif kecil (selap selip) seakan membuat motor menjadi kendaraan ‘bebas macet’ dan efektif, sementara itu juga konsumsi BBM yang sangat irit membuat kendaraan ini sangatlah ekonomis.

Namun sayang juga ketika demikian mudahnya memperoleh sepeda motor, tetapi tidak dibarengi dengan kesadaran untuk belajar berkendara dengan baik dan aman. Masih banyak kita lihat orang mengendarai motor dengan sekencang-kencangnya, atau sangat lambat dan lain-lain yang membahayakan dirinya juga orang lain disekitarnya.
Menurut survey tim safety riding course, lebih dari 50% kecelakaan sepeda motor disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri, selain faktor kendaraan dan lingkungan.

Mungkin disinilah perlunya kita ikut suatu klub motor. Apakah itu klub motor sejenis maupun klub motor berbagai merek, yang penting adalah klub yang bisa membina kita menjadi bikers yang baik dan tertib.
Klub motor yang baik salah satunya adalah klub yang peduli dengan keselamatan dan keamanan berkendara.
Beberapa klub yang saya kenal, melakukan acara khusus untuk melatih dan memberi pencerahan tentang keselamatan dan keamanan berkendara. Bahkan untuk menggelar acara tersebut dilibatkan juga beberapa vendor sebagai sponsor, yang artinya semua sepakat akan pentingnya keselamatan.

Safety Riding ! Sama halnya dengan istilah Safety Driving bagi pengguna mobil, istilah Safety Riding mengacu kepada perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri maupun orang lain.

Dalam pelatihan Safety Riding, disajikan dalam teori dan praktek.
Umumnya dalam teori dijelaskan seputar keselamatan berkendara, pentingnya pemanasan tubuh saat hendak berkendara, kesiapan kendaraan, posisi berkendara yang ideal, dan lain-lain.

Kesiapan berkendara yang diperlukan untuk sepeda motor antara lain:

  • Sarung Tangan, sebaiknya memiliki lapisan yang dapat menutupi kedua belah tangan dan bahan yang dapat menyerap keringat serta tidak licin saat memegang grip/handle motor.
  • Jaket, sebaiknya mampu melindungi seluruh bagian tubuh baik dari terpaan angin maupun efek negatif kala terjadi benturan baik kecil maupun besar.
  • Helm (minimal Half Face), sebaiknya mampu memberikan proteksi lebih kepada kepala, poin inilah yang selalu dilewatkan oleh tipikal bikers pengguna helm ‘catok’ dan sejenisnya.
  • Sepatu, haruslah mampu memberikan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh lapisan kaki.

Secara umum untuk pelatihan praktek Safety Riding diajarkan:

Teknik pengereman dengan hanya mengandalkan rem depan, rem belakang, dan kombinasi keduanya. Teknik ini untuk membiasakan bikers untuk membedakan fungsi dua sisi rem saat hendak berhenti ber-akselerasi.

Teknik “slalom” dengan cone di lintasan. Teknik ini untuk melihat kemampuan peserta menikung dengan cepat dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya

Teknik berjalan di lintasan ala “bumpy-road” , teknik ini untuk membiasakan bikers untuk memberi kenyamanan saat jalan tidak mulus atau bergelombang.

Teknik berkendara di lintasan lurus dan sempit berupa bilah dengan asumsi kendaraan berjalan di jalan kecil dan diliputi kemacetan. Teknik ini untuk membiasakan diri bagi bikers untuk tetap dapat melakukan handling tanpa menurunkan kaki dalam kecepatan rendah.

Perangkat keamanan semacam decker lutut dan siku plus helm menjadi wajib untuk peserta pelatihan Safety Riding.

Dari materi-materi seperti inilah diharapkan muncul niatan dari para pengendara untuk membiasakan diri sendiri memberi upaya keselamatan berkendara. Gampang-gampang susah, itu ternyata pendapat yang muncul di benak peserta setelah semua sesi praktek dilapangan dilakukan.
Dari sekian banyak poin yang dipelajari peserta semua memiliki arti masing-masing dengan kesimpulan bahwa keselamatan berkendara amatlah dibutuhkan untuk mengurangi angka kecelakaan dijalan. Ya ! Semua dimulai dari diri sendiri, alangkah baiknya jika hasil kursus singkat ini dapat dibagi dengan rekan-rekan lain sesama pengendara.

Buktikan bahwa kita mampu berkendara dengan baik, tidak sembrono, tidak ugal-ugalan, patuh lalu-lintas, dan menghormati sesama pengguna jalan serta memberi contoh positif kepada sesama pengguna jalan.

Sebagian motormania sepakat bahwa hanya ada satu jenis sepeda motor yang mereka anggap paling seksi. Vespa-lah kendaraan yanng dimaksudkan. Boleh saja Anda tidak setuju. Tapi, cobalah pandangi tampilan motor buatan Italia itu dengan seksama. Inilah satu-satunya jenis motor yang berbentuk unik, semua bagian ‘tubuhnya’ cenderung membulat dengan buntut mirip lekuk penari jaipong.

Lalu, karena bentuknya yang khas itulah, Vespa muncul sebagai salah satu motor terpopuler dan bahkan melegenda di dunia. Popularitas Vespa mulai mengila sejak pertengahan tahun 1950-an. Padahal, saat itu usia produk motor beroda kecil ini belum lebih sepuluh tahun. Piaggio, produsen motor ini, mengumumkan telah mampu meperdagangkan lebih dari 15 juta unit motor pada 1956 ke seluruh pelosok dunia.

Paling menarik, sejumlah nama artis beken internasional saat itu sangat akrab dengan nama Vespa. Mereka antara lain adalah John Wayne, Henry Fonda, dan Jean Paul Belmondo. Termasuk juga Ursula Andress yang malahan pernah menjadi bintang iklannya

Lebih seabad silam, tepatnya 1884, Enrico Piaggio pengusaha muda berdarah Italia– memulai usahanya di bidang pesawat terbang. Dua puluh tahun kemudian, usahanya itu bangkrut. Dasar bersemangat baja dalam dunia bisnis, Piaggio pantang menyerah. Lalu, dimulailah merancang industri alat transportasi dengan alternatif kendaraan niaga ringan.

Maka pada 1945, konstruksi alternatif tersebut ditemukan. Awalnya memang sebuah konsep sepeda motor berkerangka besi dengan lekuk membulat bagai terowong. Mengejutkan, ternyata bagian staternya dirancang dengan menggunakan komponen bom dan rodanya diambil dari roda pesawat tempur.

Hasilnya, munculah pertama kali produk motor dengan seri P108. Kendaraan ini berteknologi sederhana tapi punya bentuk yang amat menarik, bagai binatang penyengat (lebah) karena bentuk kerangkanya. Akibat tampilannya itu, motor ini lebih sering dinyatakan sebagai Wespe atau Vespa, yang artinya memang binatang penyengat.

Guna mengoptimalkan bentuk dan keamanan penggunanya, pabrikan yang kala itu masih terbilang sebagai usaha ‘kaki lima’ merancang papan penutup kaki pada bagian depan. Proyek ini langsung dipimpin ahli teknik konstruksi terkenal di Italia kala itu, Corradino d’Ascanio.

Karenanya hak paten pun segera dapat mereka kantongi. Namun, karena bentuk penutup pengaman yang bagai papan selancar itu, sejumlah pekerja di pabrik Piaggio pun bahkan mengatakannya sebagai motor Paperino. Harap diingat, Paperino adalah sindiran sinis untuk tokoh Donald Duck (bebek). Maka, d’Ascanio pun putar akal untuk memperbaiki model tersebut.

Perkembangan selanjutnya, produk ini ternyata laris diserap pasar Perancis, Inggris, Belgia, Spanyol, Brasilia, dan India –selain di pasar domestik produk ini laku bagai kacang goreng. Selain itu, India pun memproduksi jenis dan bentuk yang sama dengan mengambil mesin Bajaj. Jenisnya adalah Bajaj Deluxe dan Bajaj Super. Sejumlah pihak lantas mengajukan lamaran untuk joint membuat Vespa. Maka pada 1950 munculah Vespa 125 cc buatan Jerman.

Pada saat itu banyak negara lain yang mencoba membuat produk serupa. Tapi ternyata mereka tak sedikit pun mampu menyaingi Piaggio. Di antara pesaing itu adalah Lambretta, Heinkel, Zundapp, dan NSU. Bagi masyarakat Indonesia, produk Lambretta dan Zundapp, sempat populer di era 1960an.

Selidik punya selidik, fanatisme terhadap Vespa ternyata muncul akibat ciri dasar bentuk motor ini yang selalu dipertahankan pada setiap produk berikutnya. Bahkan saat mereka terbilang melakukan ‘revolusi’ bentuk pada produk baru, Vespa 150 GS, kekhasan pantat bahenol masih terasa melekat.

Produk 150 GS –kala itu dikenal sebagai Vespamore dan hampir selalu tampil di tiap film tahun 1960-an– memang kemudi dan lampu sorotnya mulai dibuat menyatu. Tapi, secara keseluruhan apalagi bentuk pantatnya, benar-benar masih membulat dan sekel.

Perkembangan selanjutnya Vespa diarahkan pada bentuk sportif yang nampak pada produknya di tahun 1951. Dan produk tersebut sempat mendapat mendali emas untuk kategori motor Sportif di Eropa. Dan aktualisasi sportif-nya terbukti dengan pecahnya rekor kecepatan 171 km/jam untuk kendaraan Vespa bermesin 125 cc. Dan sejak itulah para Vespamania terlihat sering berkonvoi keluar kota secara berombongan.

Khusus untuk Lambretta, sebenarnya diproduksi lebih tua dari Vespa, tapi sempat terhenti produksinya. Tatkala Vespa berproduksi, Lambretta pun keluar lagi. Hanya saja, posisi mesinnya berbeda dengan Vespa. Vespa bermesin disamping, sedangkan Lambretta ada di tengah. Untuk yang buatan Jerman, jenis scooter-nya bernama NSU Prima. Selain itu, DKW juga memproduksi jenis scooter-nya pula. Ternyata, Jepang pun tak ingin ketinggalan dalam memproduksi motor jenis scooter ini. Di tahun 1960-an, Jepang mengeluarkan jenis scooter Rabit-nya.

Selain Vespa, di Italia ada beberapa produsen motor yang memproduksi jenis scooter ini. Di masa sekarang, bahkan mereka menghasilkan scooter berkecepatan tinggi. Contohnya jenis scooter yang di Italia dikenal Velocivero pabrikan Italjet. Konon, scooter inilah tergolong jenis tercepat di dunia. Kecepatannya melebihi 180 kilometer per jam. Di Indonesia, ada pula jenis seperti ini dipasarkan oleh Aprilia dengan nama Italjet Dragster. Selain itu, Cagivapun kini menelurkan jenis scooter-nya yang dinamakan Cagiva Cucciolo.

Belakangan, sejumlah pabrikan motor kembali membanjiri pasar dengan kendaraan berkapasitas mesin kecil dan cukup laku terserap pasar. Tapi cobalah perhatikan, bentuknya ternyata banyak yang terinspirasi oleh kegenitan atau bahkan keseksian Vespa. Dan kini pun Vespa harus kembali melakukan terobosan, bila ingin kembali populer di tengah pesaingnya.

ASAL USUL

Piaggio didirikan di Genoa pada tahun 1884 oleh dua puluh tahun Rinaldo Piaggio. Kegiatan pertama pabrik Rinaldo kemewahan kapal itu cocok. Tetapi pada akhir abad, Piaggio juga memproduksi rel kereta, barang van, pelatih dan mesin mewah, trem dan badan truk khusus.

Perang Dunia I membawa diversifikasi yang baru untuk membedakan kegiatan Piaggio selama beberapa dekade. Perusahaan mulai memproduksi pesawat terbang dan pesawat air. Pada saat yang sama, tanaman baru bermunculan. Pada tahun 1917 Piaggio membeli pabrik baru di Pisa, dan empat tahun kemudian mengambil alih sebuah pabrik kecil di Pontedera yang pertama kali menjadi pusat produksi aeronautika (baling-baling, mesin dan pesawat lengkap) dan kemudian, setelah Perang Dunia II, menyaksikan kelahiran ikon Vespa.

Aeronautics KE ORANG DARI MOBILITAS: THE TRANSFORMASI DARI 1946

Perang, daerah aliran sungai radikal untuk seluruh ekonomi Italia, adalah sama pentingnya bagi Piaggio. Tanaman yang Pontedera membangun state-of-the-art mesin empat-108 P dilengkapi dengan Piaggio bhp 1500 penumpang dan mesin dalam versi pembom. Namun Piaggio’s aeronautical tanaman di Tuscany (Pontedera dan Pisa) yang penting sasaran-sasaran militer dan pada 31 Agustus 1943 mereka diratakan dengan tanah oleh pengebom Sekutu, setelah Jerman mundur sudah ditambang pilar-pilar bangunan dan tanaman yang rusak tidak dapat ditarik kembali. Untuk membangun kembali tanaman Pontedera, Enrico Piaggio bertanya kepada Sekutu, yang kemudian menduduki bagian dari lahan dan bangunan yang masih berdiri, untuk mengatur mesin-mesin yang ditransfer ke Jerman dan Biella di Italia utara untuk dibawa kembali. Ini dilakukan dengan cepat dan Armando dan Enrico Piaggio kemudian memulai proses pembangunan kembali. Tugas yang paling sulit pergi ke Enrico, yang bertanggung jawab untuk tanaman hancur Pontedera dan Pisa.

Enrico Piaggio keputusan untuk memasuki bisnis mobilitas cahaya didasarkan pada penilaian ekonomi dan sosiologis pertimbangan. Butuh bentuk sukses berkat kerjasama dari insinyur penerbangan dan penemu Corradino D’Ascanio (1891-1981).

KELAHIRAN OF A LEGEND

Vespa (yang berarti “tawon” dalam bahasa Italia) adalah hasil dari Enrico Piaggio tekad untuk menciptakan produk dengan biaya rendah untuk massa. Ketika perang menarik untuk dekat, Enrico mempelajari setiap kemungkinan solusi untuk mendapatkan produksi di pabrik akan lagi. Sebuah sepeda motor ini diproduksi, berdasarkan sepeda motor kecil yang dibuat untuk parachutists. Prototipe, yang dikenal sebagai MP5, dijuluki “Paperino” (nama Italia Donal Bebek) karena bentuknya yang aneh, tapi Enrico Piaggio tidak menyukainya, dan ia bertanya Corradino D’Ascanio untuk merancang ulang itu.

Tapi perancang penerbangan tidak menyukai sepeda motor. Dia menemukan mereka tidak nyaman dan besar, dengan roda yang sulit untuk berubah setelah tusukan. Lebih buruk lagi, drive rantai membuat mereka kotor. Namun, pengalaman penerbangan menemukan jawaban untuk setiap masalah. Untuk menghilangkan rantai dia membayangkan sebuah kendaraan dengan stres tubuh dan langsung membawa jala; untuk mempermudah perjalanan, ia meletakkan tuas transmisi di setir, untuk membuat perubahan ban dirancang untuk tidak mudah ia garpu, tapi lengan pendukung serupa ke pesawat kereta. Akhirnya, ia merancang tubuh yang akan melindungi pengemudi sehingga ia tidak akan mendapatkan kotor atau kusut. Dekade sebelum penyebaran studi ergonomis, posisi yang mengendarai Vespa ini dirancang untuk membiarkan Anda duduk dengan nyaman dan aman, tidak seimbang berbahaya seperti pada sepeda motor roda tinggi.

D’Ascanio Corradino hanya perlu beberapa hari untuk memperbaiki idenya dan menyiapkan gambar-gambar pertama dari Vespa, pertama diproduksi di Pontedera pada bulan April 1946. Itu mendapat namanya dari Enrico Piaggio sendiri yang, melihat MP 6 prototipe dengan lebar bagian tengah di mana pengendara duduk dan sempit “pinggang”, berseru, “Kelihatannya seperti tawon!” Sehingga Vespa lahir.

On April 23, 1946 Piaggio & CSpA paten diajukan dengan Pusat Kantor Paten untuk penemuan, model dan nama-nama merek di Departemen Perindustrian dan Perdagangan di Florence, untuk “sepeda motor dengan rasional kompleks dengan organ-organ tubuh dan unsur-unsur yang dikombinasikan dengan mudguards dan topi yang menutupi semua bagian mekanis “. Dalam waktu singkat Vespa adalah disajikan kepada publik, memprovokasi reaksi kontras. Namun, Enrico Piaggio tidak ragu-ragu untuk memulai produksi massal dari dua ribu unit Vespa pertama 98 cc. Kendaraan baru dibuat masyarakatnya debut di Roma’s elegan Golf Club, di hadapan Batu Jenderal AS yang mewakili pemerintah militer Sekutu. Italia melihat Vespa untuk pertama kalinya di halaman-halaman Motor (24 Maret 1946) dan pada sampul hitam dan putih La Moto pada 15 April 1946.

PERTAMA VESPA PATEN

On April 23, 1946 Piaggio & CSpA paten diajukan dengan Pusat Kantor Paten untuk penemuan, model dan nama-nama merek di Departemen Perindustrian dan Perdagangan di Florence, untuk “sepeda motor dengan rasional kompleks dengan organ-organ tubuh dan unsur-unsur yang dikombinasikan dengan mudguards dan topi yang menutupi semua bagian mekanis “. Dalam waktu singkat Vespa adalah disajikan kepada publik, memprovokasi reaksi kontras. Namun, Enrico Piaggio tidak ragu-ragu untuk memulai produksi massal dari dua ribu unit Vespa pertama 98 cc. Kendaraan baru dibuat masyarakatnya debut di Roma’s elegan Golf Club, di hadapan Batu Jenderal AS yang mewakili pemerintah militer Sekutu. Italia melihat Vespa untuk pertama kalinya di halaman-halaman Motor (24 Maret 1946) dan pada sampul hitam dan putih La Moto pada 15 April 1946.

Skeptisisme DARI KE “MIRACLE”

Produsen dan ahli pasar dibagi: di satu sisi orang-orang yang melihat Vespa sebagai realisasi ide yang cemerlang, dan di pihak lain yang skeptis, yang akan segera berubah pikiran mereka. Dalam bulan-bulan terakhir meledak produksi tahun 1947 dan tahun berikutnya muncul 125 Vespa, yang lebih besar segera model yang mapan sebagai penerus Vespa pertama 98.

Vespa “keajaiban” telah menjadi kenyataan, dan output tumbuh terus-menerus; pada tahun 1946, 2.484 skuter Piaggio meletakkan di pasar. Ini menjadi 10.535 pada tahun berikutnya, dan produksi tahun 1948 telah mencapai 19.822. Ketika pada tahun 1950 lisensi Jerman pertama juga mulai produksi, output puncak 60.000 kendaraan, dan hanya tiga tahun kemudian 171.200 kendaraan meninggalkan tanaman.

Pasar luar negeri juga mengamati kelahiran skuter dengan penuh minat, dan baik masyarakat dan pers menyatakan rasa penasaran dan kekaguman. Times menyebutnya “yang sama sekali produk Italia, seperti kita belum melihat sejak kereta Romawi”. Enrico Piaggio terus gigih untuk mendorong penyebaran Vespa luar negeri, menciptakan jaringan pelayanan yang luas di seluruh Eropa dan seluruh dunia. Dia perhatian terus-menerus dipertahankan dan tumbuh bunga di sekeliling produk, dengan sejumlah inisiatif yang mencakup dasar dan penyebaran Vespa Clubs.

Vespa menjadi produk Piaggio par excellence, sedangkan Enrico diuji secara pribadi prototipe dan model-model baru. Prospek bisnis-nya melampaui batas-batas nasional dan dengan 1953, berkat tekad tak kenal lelah, ada lebih dari sepuluh ribu Piaggio titik layanan di seluruh dunia, termasuk Amerika dan Asia. Oleh maka Vespa Clubs dihitung lebih dari 50.000 anggota, semua menentang “baru lahir” Innocenti Lambretta. Tidak kurang dari dua puluh ribu penggemar Vespa muncul di Italia “Vespa Day” di 1951Time. Naik Vespa itu identik dengan kebebasan, dengan gesit eksploitasi ruang dan dengan mudah hubungan sosial. Skuter baru telah menjadi simbol dari gaya hidup yang meninggalkan jejak pada usia: di bioskop, dalam sastra dan dalam periklanan, Vespa muncul tanpa henti di antara simbol-simbol yang paling penting dari suatu masyarakat yang berubah.

Pada tahun 1950, hanya empat tahun dari peluncurannya, Vespa diproduksi di Jerman oleh Hoffman-Werke dari Lintorf; pemegang lisensi pada tahun berikutnya dibuka di Britania Raya (Douglas dari Bristol) dan Perancis (ACMA Paris); produksi dimulai di Spanyol pada tahun 1953 Moto Vespa di Madrid, sekarang Piaggio España, diikuti segera oleh Jette, di luar Brussel. Tanaman bermunculan di Bombay dan Brazil; Vespa tiba di Amerika Serikat, dan popularitas yang sangat besar menarik perhatian dari Reader’s Digest, yang menulis sebuah artikel panjang tentang itu. Tapi yang ajaib hanya periode awal. Segera Vespa diproduksi di 13 negara dan dipasarkan di 114, termasuk Australia, Afrika Selatan (di mana itu dikenal sebagai “Bromponie”, atau tegalan kuda poni), Iran dan Cina. Dan itu disalin: pada 9 Juni 1957, Izvestia melaporkan produksi awal di Kirov, di Uni Soviet, dari Viatka 150 cc, yang hampir sempurna tiruan dari Vespa.

Piaggio dimulai sangat awal untuk memperluas jangkauan ke sektor transportasi cahaya. Pada tahun 1948, segera setelah kelahiran Vespa, produksi bajaj Ape van (dalam bahasa Italia untuk “lebah”) berasal dari skuter mulai, dan kendaraan menjadi sebuah kesuksesan bagi banyak kemungkinan menggunakan. Banyak versi imajinatif Vespa muncul, beberapa dari Piaggio itu sendiri, tetapi terutama dari para penggemar – misalnya, Vespa Sidecar, atau Vespa-Alpha di tahun 1967, yang dikembangkan dengan Alpha-Wallis untuk Dick Smart, seorang agen rahasia layar, yang dapat ras di jalan, terbang, dan bahkan dapat digunakan pada atau di bawah air. Tentara Perancis memiliki beberapa model Vespa dibangun khusus untuk membawa senjata dan basoka, dan lain-lain yang dapat diterjunkan bersama-sama dengan pasukan. Bahkan meminta tentara Italia Piaggio untuk parachutable skuter.

1956: THE VESPA Persilangan SATU JUTA MARK

Sementara Lambretta mulai menikmati beberapa keberhasilan, Vespa sedang disalin dan ditiru dalam seribu cara: tetapi keunikan kendaraan Piaggio memastikan periode yang sangat panjang kesuksesan, begitu banyak sehingga pada bulan November 1953, 500.000 unit th kiri garis, diikuti oleh sepersejuta pada bulan Juni 1956. Pada tahun 1960 Vespa melewati dua juta mark; pada tahun 1970 mencapai empat juta, dan lebih dari sepuluh juta pada tahun 1988, menjadikannya sebuah fenomena unik di bermotor roda dua sektor ini telah terjual lebih dari 16 juta unit-to-date. Dari tahun 1946 sampai tahun 1965, tahun Enrico Piaggio meninggal, 3.350.000 Vespas dibuat di Italia saja: satu untuk setiap lima puluh jiwa.

Ledakan dari Vespa, dan prospek bisnis yang berbeda dari saudara-saudara Piaggio, dengan berkonsentrasi pada cahaya Enrico mobilitas individu di Tuscany dan Armando pada bisnis penerbangan di Liguria, membawa perusahaan untuk membagi. Pada 22 Februari 1964, Enrico Piaggio mengambil alih Piaggio & berbagi dalam CSpA dipegang oleh saudaranya Armando, yang kemudian mendirikan “Rinaldo Piaggio Industrie Meccaniche Aeronautiche” (IAM Rinaldo Piaggio).

Vespa telah muncul 50 tahun sebelumnya, tahun 1963, setelah pengenalan undang-undang di Italia membuat numberplate wajib pada dua roda lebih dari 50 cc. Skuter baru dibebaskan dari hukum ini dan menjadi sebuah kesuksesan. Di Italia penjualan kendaraan dengan numberplates berkurang 28 persen pada tahun 1965 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di sisi lain, Vespa, dengan yang baru “50” seri, adalah sukses besar. Vespa Cahaya yang sukses Piaggio Selain jangkauan dan display ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: