PERILAKU SEKSUAL REMAJA


PERILAKU SEKSUAL REMAJA

Alex Pangkahila

PENDAHULUAN

Pemahaman masyarakat tentang  seksualitas masih amat kurang sampai saat ini. Kurangnnya pemahaman ini amat jelas yaitu dengan adanya berbagai ketidaktahuna yang ada dimasyarakat tentang seksualitas yang seharusnya dipahaminya. sebagian dari masyarakat masih amat mempercayai pada mitos-mitos seksual justeru mitos-mitos inilah yang merupakan salah satu pemahaman yang salah tentang seksual. Pemahaman tentang perkembangan seksual termasuk pemahaman tentang perilaku seksual remaja merupakan salah satu pemehaman yang penitng diketahui sebab masa remaja merupakan  masa peralihan dari perilaku seksual anak-anak mejadi perilaku seksual dewasa.

Kurangnya pemahaman tentang perilaku seksual pada masa remaja amat merugikan bagi remaja sendiri termasuk keluarganya, sebab pada masa ini remaja mengalamai perkembangan yang penting yaitu kognitif, emosi, sosial, dan seksual. Perkembangan ini kana berlangsing mulai sekitar 12 tahun sampai 20 tahun. Kurangnnya pemahaman ini disebabkan oleh berbagai factor antara lain: adapt istiadat, budaya, agama. Dan kurangnnya informasi dari sumber yang benar. Kurangnya pemahaman ini akan mengakibatkan berbagai dampak yang justru amat merugikan kelompok remaja dan keluarganya. Dilaporkan bahwa 80% laki-laki dan 70% perempuan melakukan hubungan seksuak selama masa pubertas dan 20% dari mereka mempunyai empat atau lebih pasangan. Ada sekitar 53% perempuan berumur antara 15-19 tahun melakukan hubungan seksual pada masa remaja, sedangkan jumlah laki-laki yang melakukan hubungan seksual sebanyak dua kali lipat daripada perempuan.

Laporan in disampaikan oleh National Surveys of Family Growth pada tahun 1988. di Amerika Serikat setiap menit kelompok remaja melahirkan satu bayi dan 50% dari mereka melahirkan anaknya dan sisanya tidak melanjutkan kehamilannya. Beberapa kekerasan seksual yang dilakukan oleh para remaja terhadap sesamanya atau terhadap anak-anak yang lebih kecilskitar umur 3 – 11 tahun seringkali terjadi. Masa remaja adalah satu tahap dengan  perubahan yang cepat dan penuh tantangan yang sulit. Berbagai tantangan ini kadang-kadang sulit diatasi sebab secara fisik walauoun sudah dewasa namun secara psikologis belum tentu. Kejadian serupa tidak jarang terjado di berbagai Negara termasuk di Indonesia.

Sebagian kelompok remaja mengalami kebingungan untuk memahami tentang apa yang boleh dilakukan dan apa tidak boleh dilakukan olehnya. Antara lain boleh tidaknya untuk melakkan pacaran, melakukan onani, nonton bersama atau ciuman. Ada beberapa kenyataan – kenyataan lain yang cukup membingungkan antara apa saja yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Kebingungan ini akan menimbulkan suatu perilaku seksual yang kurang sehat dikalangan remaja. Perasaan bersalah atau berdosa tidak jarang dialami oleh kelompok remajayang pernah melakukan onani dalam hidupnya. Hal ini diakibatkan adanya pemahaman tentang ilmu pengetahuan yang dipertentangkan dengan pemahaman agama, yang sebenarnya harus saling menyokong.

Pemahaman yang benar tentang seksualitas manusia amat diperlukan khususnya untuk para remaja demi perilaku seksualnya dimasa dewasa sampai mereka menikah dan mempunyai anak.

PERKEMBANGAN SEKSUAL PADA MASA REMAJA

Perkembangan organ seksual pada masa pubertas amat nyata bila dibandingkan dengan pada masa anak-anak. Pematangan secara fisik pada masa pubertas hanya merupakan salah satu proses pada remaja sebab variasi pematangan pada remaja bervariasi sesuai denga perkembangan psikososial. Perkembangan psikososial ini antara lain sebagai berikut :

–         Mereka ingin bersikap tidak tergantung pada orang tua

–         Mereka ingin mengembangkan ketrampilan secara interaktif dengan kelompoknya

–         Mereka sudah mulaimemperlajari prinsip-prinsip etika

–         Mereka ingin menunjukan kemampuan intelektualnya

–         Mereka mempunyai tanggung jawab pribadi dan social

Pada masa remaja bauk laki-laki maupun perempuan kadang-kadang pada waktu yang bersamaan mempunyai keinginan yang berbeda misalnya disuatu saat mereka harus mengalammi suatu perasaan seksualny, bercinta tetapi pada saat yang bersamaan mereka harus mencegah jangan sampai melakukan hubungan seksual. Tetapi kelompok remaja lainnya , mereka telah mempunyai pematangan intelektual dan emosionalnya yang bersamaan dengan pematangan fisiknya sehingga mereka menciptakan suatu kebebasan dan rangsangan. Secara garis besar seksualitas remaja merupakan suatu proses pematangan biologis saat pubertas dan pematangan psikoseksual.

Pubertas adalah suatu periode perubahan dari tidak matang menjadi matang. Pada saat pubertas terjadi perkembangan tanda-tanda seks sekunder. Salah satu adanya pematangan fisik ini ialah anak perempuan mulai haid dan anak laki-laki mulai mimpi malam atau ejakulasi dan pada saat ini mereka telah mempunyai kemampuan fertilitas.

Perubahan kadar hormon reproduksi yang akan di ikuti dengan perubahan perilaku seksual akan nampak pada saat ini. Pada masa ini

Terjadi perubahan FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (luteinzing hormone) selama tidur dan merangsang produksi hormon testosteron dan spermatozoa pada laki-laki. Sedangkan pada anak perempuan hormon ini akan merangsang pengeluaran estrogen dan pematangan sel telur. Selama pubertas produksi testosterone mencapai sepuluh sampai dua puluh kali lipat pada anak laki-laki, sedangkan pada anak perempuan tidak menunjukan perubahan yang berarti. Tetapi estrogen pada anak perempuan meningkat menjadi delapan sampai sepuluh kali lipat. Pengeluaran hormone dan kelenjar adrenal akan menyebabkan pertumbuhan rambut pubis dan aksila serta peningkatan kelenjar lemak pada kulit sehingga menimbulkan jerawat.

Tabel 14.1. Tahapan perkembangan remaja

Tahapan Remaja

Umur (Tahun) Laki-laki

Umur(Tahun) Perempuan

Pra Remaja <11 <9
Remaja Awal 11-14 9-13
Remaja Menengah 14-17 13-16
Remaja Akhir >17 >16

(*Dikutip dari : PPFA.Adolescent Sexuality.2001:1:4)

PERKEMBANGAN ORGAN SEKSUAL

Perkembangan organ seksual remaja terdiri dari lima fase baik pada laki-laki maupun pada perempuan. Selama proses perkembangan tersebut, organ seksual mengalami perubahan ukuran, bentuk dan kematangan fungsinya. Pada gambar berikut terlihat perbedaan organ seksual mulai dari fase pertama samapai dengan fase ke lima. Perbedaan tersebutn mulai dari ukuran yang makin membesar maupun testis dan skrotum. Pertumbuhan rambut pubis juga amat jelas perbedaannya.

Perkembangan organ seksual pada remaja laki-laki dan perempuan dapat dilihat pada bab: Pertumbuhan somatik pada remaja

FASE PERKEMBANGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA

Perkembangan fisik termasuk organ seksual serta peningkatan kadar hormonreproduksi atau hormone seks baik pada laki-laki maupun pada anak perempuan akan menyebabkan perubahan perilaku seksual remaja secara keseluruhan. perkembangan seksual tersebut sesuai dengan beberapa fase mulai dari praremaja, remaja awal, remaja menengah, sampai pada remaja akhir.

Pra Remaja

Masa pra remaja adalah suatu tahap memasuki tahap remaja yang sesungguhnya. Pada masa praremaja ada beberapa indikator yang telah dapat ditentukan untuk menentukan identitas jender laki-laki atau perempuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: